Minggu, 15 November 2015

Tugas Softskil : Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Perkembangan Anak

Teknologi informasi merupakan salah satu hal yang tidak akan lepas dari kehidupan manusia. Karena teknologi informasi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu dan hingga kini masih terus berkembang. Tanpa adanya teknologi informasi, manusia akan kesulitan untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Kini teknologi informasi berkembang begitu cepat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Teknologi informasi dan komunikasi ini memiliki banyak sekali peranan dan dampaknya dalam berbagai bidang, terutama pada bidang hiburan.
Pada saat ini perkembangan teknologi sangat pesat contohnya seperti games, video, handphone, internet dsb. Teknologi bukanlah sesuatu yang mutlak  bermanfaat, teknologi tetap ada sisi buruknya.. Akibat pesatnya teknologi tersebut membuat kita menjadi sangat tergantung dengan yang namanya teknologi, terutama internet. Bagi sebagian orang kadar kebahagiaan diukur dengan koneksi internet tanpa batas selama 1 x 24 jam x 30 hari x 12 bulan  dan seterusnya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki beberapa dampak terhadap anak. Dari hal tersebut dapat kita golongkan menjadi 2 golongan, yaitu dampak positif dan dampak negatif.
Dampak Positif
  1. Anak-anak dapat menggunakan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.
  2. Membuat anak semakin tertarik untuk belajar.
  3. Dapat menjadi solusi bagi para orangtua yang memiliki anak yang merasa mudah bosan untuk belajar.
  4. Dapat menambah wawasan.
  5. Memudahkan anak-anak untuk mendapatkan banyak ilmu tambahan lewat internet.
Dampak Negatif
  1. Anak-anak bisa ketergantungan terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi.
  2. Anak-anak akan cenderung mengerjakan tugas sendiri dengan bantuan internet dari pada belajar berkelompok yang disitu banyak sekali hikmah-hikmah yang terkandung dalam nilai kebersamaan.
  3. Dapat terpengaruh kedalam pergaulan yang tidak baik karena kurang control dari teman ataupun dari orang tua.
  4. Anak-anak bisa saja secara tidak sengaja mengakses situs-situs pornografi.
  5. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
  6. Kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, anak ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.
Peran penting Orang Tua
Untuk semua orangtua mengawasi anak setiap bermain komputer karena pada saat ini penggunaan komputer sesuatu yang tidak dapat dihindari.  Perhatikan bahwa komputer juga punya efek-efek tertentu, termasuk pada fisik seseorang. Karena perhatikan juga amsalah tata ruang dan pencahayaan. Cahaya yang terlalu terang dan jarak pandangan terlalu dekat dapat mengganggu indera penglihatan anak. Pilihlah program edutainment atupun games sesuai dengan kemampuan anak dan usia.
Keamanan anak saat bermain komputer sanagat diperhatikan terutama dari bahaya listrik. Jangan sampai terjadi konsleting atau kemungkinan kesetrum terkena bagian tertentu dari badan Central Processing Unit (CPU) komputer.
Bermain komputer bukan satu-satunya kegiatan bagi anak. Jangan sampai anak kehilangan kegiatan yang bersifat sosial bersama teman-teman karena terlalu asik bermain komputer.
Solusi yang tepat untk menghadapi masalah masalah yang di jelaskan dalam masalah ini adalah peran orang tua. Karena disini peranan dari kedua orang tua sangatlah penting. Kedua orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sehingga anak-anak dapat mengerti hal apa saja yang termasuk hal yang baik dan hal yang kurang baik. Dan disini juga terdapat beberapa cara untuk mencegah dampak-dampak negatifnya.
  1. Orangtua lah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ media dan tidak gaptek.
  2. Gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
  3. Letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.
  4. Tanamkanlah nilai kebersamaan terhadap sesama, karena kebersamaan akan mewujudkan hubungan serta emosi yang sangat dekat


Selasa, 20 Oktober 2015

TUGAS SOFTSKILL : KAITAN PSIKOLOGI TERHADAP TEKNOLOGI INTERNET

Psikologi dan internet pada saat ini dapat di katakan memiliki keterkaitan yang cukup erat. Perkembangan teknologi pada saat ini berkembang cukup pesat bersamaan dengan pergerakan pola pikir dan kebutuhan akan tekhnologi. Dari sisi inilah mulai muncul hubungan yang berkaitan erat. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku setiap manusia dari yang tampak maupun tidak nampak, dari sisi fisik dan psikis. Internet adalah sebuah perkembangan yang dilahirkan oleh kemajuan tekhologi. Keduanya seakan berjalan beriringan dan menjadikannya suatu hal yang saat ini sulit untuk di pisahkan. Pengaruh yang ditimbulkan dari perkembangan tekhnolgi yaitu khususnya internet sedikit banyak mengubah cara dan pola perilaku yang dapat  dilihat dan teliti dari segi ilmu psikologi.
Apakah internet dapat digunakan sebagai alat untuk eksplorasi diri? Pertanyaan tersebut bukanlah tanpa alasan mengingat bahwa banyak situs yang menampilkan berbagai test EQ maupun IQ. Selain itu teknologi dunia maya ini memberikan banyak kesempatan kepada individu untuk mengekspresikan diri secara unik. Namun demikian para Psikolog berpendapat, kalau seseorang gagal mengintegrasikan antara diri sejati dengan diri yang diekspresikan secara berbeda di internet, maka hal ini akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan pribadi orang tersebut.
Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi diri, para Psikolog memandang hal tersebut tergantung dari pribadi si penggunanya. Tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan ia menutup diri terhadap komunikasi sosial entah karena keasikan ngebrowse atau karena internet dipakai sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadiannya. Hal itu dapat terjadi karena ada individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada saat online dengan offline.
Dampak positif terhadap psikologi yang mungkin didukung oleh adanya jejaring sosial melalui internet adalah :
A.    Relationship building & Cultural Awareness. Situs jejaring sosial jaringan memungkinkan remaja untuk bertemu teman baru dari Negara lain , membantu mereka menjadi lebih duniawi dan peka terhadap perbedaan budaya. Para remaja juga dapat tetap berhubungan atau membina hubungan kembali dengan teman-teman masa lalu mereka yang mungkin sudah tinggal jauh dari lingkungan mereka.
B.      Identity. Para remaja dapat berbagi minat dengan remaja lain, bergabung dengan kelompok, mengembangkan rasa independent, dan bisa terlibat dalam ekspresi diri yang positif dengan mempersonalisasi halaman profil dan berpartisipasi dalam diskusi tentang topik-topik yang menarik perhatian mereka. Hal-hal tersebut sangat dibutuhkan dalam membangun “sense of identity” dalam diri mereka.
C.     Self-Esteem. Berkaitan dengan pembentukan identitas di atas, jaringan sosial dapat membantu membangun harga diri dan meningkatkan kepercayaan diri.
D.    Pola interaksi antar manusia. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet ( warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

Dampak negatif terhadap psikologi yang mungkin didukung melalui internet adalah :

A.    Patologis. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa situs porno mendorong terjadinya tindak kriminal dan perilaku seks menyimpang.  Menurut penelitian, situs porno memungkinkan user/netter untuk melakukan berbagai komunikasi erotik melalui komputer mulai dari tingkatan yang bersifat godaan atau lelucon porno, pencarian dan tukar-menukar informasi mengenai pelayanan seksual sampai pada diskusi terbuka tentang perilaku seks menyimpang. Selain itu komunikasi melalui internet seringkali digunakan untuk mengeksploitasi pornography yang melibatkan anak-anak dan remaja serta alat yang dipakai untuk menyamarkan identitas seksual seseorang dengan tujuan tertentu. 
Penelitian pertama yang menyelidiki kecanduan mengakses situs porno dilakukan Bingham dan Piotrowski (1996). Hasil penelitian mereka yang tertuang dalamPsychological Report berjudul On-line sexual addiction: A contemporary enigmamengungkapkan 4 (empat) karakteristik yang terdapat pada individu pecandu situs porno (addicted to cybersex). Keempat karakteristik tersebut adalah:
·         Ketrampilan sosial yang tidak memadai
·         Bergelut dengan fantasi-fantasi yang bersifat seksual
·         Berkomunikasi dengan figur-figur ciptaan hasil imaginasinya sendiri
·         Tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak mengakses situs porno
Sementara itu penelitian terhadap perilaku kompulsif  dalam mengakses situs porno terungkap bahwa perilaku tersebut didorong oleh faktor-faktor seperti kesepian(loneliness), kurang percaya diri (lack of self-esteem), dan kurangnya pengendalian diri terhadap masalah seksual (lack of sexual self-control)
B.     Ekspresi Seksual. Berbeda dengan pandangan yang menganggap bahwa situs porno mendorong terjadinya masalah yang bersifat patologis, beberapa penulis justru melihat situs porno sebagai tempat yang menyediakan berbagai informasi "supercepat" mengenai masalah-masalah seksual dan sekaligus menawarkan cara-cara yang baru dan tersembunyi (paling tidak user merasa tidak ada orang lain yang tahu) untuk memuaskan keingintahuan seseorang dalam melakukan explorasi seksual. Keberadaan situs porno dinilai dapat membantu pasangan yang mengalami masalah dalam hubungan seksual karena menyediakna berbagai informasi yang terkadang "enggan" untuk dibicarakan secara langsung oleh pasangan tersebut.
Menurut Leiblum (1997) dalam  Journal of Sex Education and Therapy  berjudul Sex and the net: Clinical implications, situs porno merupakan sarana ekspresi seksual yang memiliki rentangan secara kontinum dari sekedar rasa ingin tahu sampai pada perilaku obsesif. Bagi individu yang memerlukan terapi seksual,  media seksual on-line seringkali dianggap dapat mengakomodasi  hal-hal  yang berhubungan dengan isolasi sosial dan ketidakbahagiaan dalam hidup.  Lieblum membedakan 3 (tiga) karakter klinis dari para pengakses situs porno. Ketiga profil tersebut adalah:
·         Loners, dimana seseorang (user) menganggap bahwa situs porno dapat menjadi alat untuk mengakomodasi masalah-masalah atau hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup.
·         Partners, dimana situs porno dianggap sebagai bagian dari pasangan hidup si user. Ketika user mengalami masalah dia dapat mencari solusi melalui situs porno
·         Paraphilics, dimana seseorang tergantung pada situs porno untuk memberikan stimulasi dan kepuasan seksual.
Berdasarkan pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika seseorang hanya menganggap bahwa situs porno sebagai alat untuk mengakomodasikan masalah-masalah seksual saja maka ia tidak bisa digolongkan sebagai seseorang yang memiliki masalah kejiwaan. Pada tahapan berikut di mana pengguna  menganggap situs porno sebagai partner yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya, sebenarnya individu sudah memasuki titik yang rawan untuk menuju ke tahapan berikutnya (Paraphilics), jika ia tidak mampu mengendalikan diri dan tidak segera menyelesaikan masalah yang ada dengan pasangannya.  Sama halnya dengan beberapa perilaku adiksi yang lain (misalnya perjudian, alkoholik), maka jika individu sampai masuk ke tahapan ketiga maka dapat dipastikan bahwa ia memiliki masalah kejiwaan yang menyangkut perilaku adiksi. 
Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa pengguna internet memiliki berbagai tujuan dan alasan dalam mengakses situs porno. Apakah Anda akan menggunakan situs tersebut untuk tujuan-tujuan yang positif demi kebahagiaan hidup Anda dan pasangan Anda atau sebaliknya, semua terserah Anda. Berasumsi bahwa semua pengakses internet memiliki masalah-masalah patologis tentu sangat tidak adil. Namun demikian hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai situs porno merupakan "menu harian" dalam mengakses internet. Selain itu bagi Anda yang sudah memiliki pasangan hidup  jika mengalami masalah-masalah seksual hendaklah membicarakannya dengan pasangan Anda terlebih dahulu. 
Mengingat bahwa di Indonesia sampai saat ini belum ada aturan atau tata cara yang mengatur penggunaan teknologi internet ini, maka kendali sepenuhnya ada ditangan Anda. Situs porno yang sudah demikian marak dalam dunia maya tersebut tidak mungkin lagi dapat diblokir atau dihindari seperti yang pernah dilakukan oleh Departemen Penerangan beberapa tahun yang lalu.
C.     Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet. Tes yang tersedia dalam internet yang pernah penulis buka antara lain adalah tes asertifitas,locus of control, tes inteligensi emosional, tes kecemasan. Kini semakin sulit untuk merahasiakan alat tes karena begitu mudahnya berbagai tes diperoleh melalui internet. Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut



Jumat, 19 Juni 2015

MENGANALISA FILM

Future Life on Earth            Menurut kelompok kami, penemuan yang paling bermanfaat jika diterapkan dalam kehidupan adalah:
1. Anti-aging Pills2. Foot Power3. Floating Cities
Alasan mengapa kami memilih Anti-aging Pills sebagai penemuan yang paling bermanfaat diantara ketiga penemuan yang kami pilih karena bisa dibayangkan jika kita bisa hidup 10 tahun lebih lama, dan kita hidup dimana teknologi sudah sangat berkembang, kita dapat mengamati teknologi apa saja yang sedang diterapkan di dunia, bukan hanya mengamati, tetapi kita bisa juga untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Kemungkinan untuk Anti-aging Pills diterapkan dalam Indonesia bisa saja terjadi, karena jika ditinjau dari perkembangan ilmu kedokteran di Indonesia sudah cukup pesat dan ini memungkinkan jika penerapan Anti-aging Pills di Indonesia bisa saja terjadi. Penemuan ini akan lebih baik lagi jika ada dukungan dari pemerintah, dan tidak disalahgunakan oleh masyarakat Indonesia.
Penemuan kedua yang bermanfaat di kehidupan menurut kelompok kami adalah FootPower. Foot Power adalah pengambilan energi listrik yang dihasilkan dari pijakan kaki orang di tempat umum. Foot power dapat diletakan dimana saja, khususnya di tempat yang sering dilalui orang seperti taman, pintu masuk gedung-gedung, pintu masuk mall dan berbagai tempat umum lainnya. Dalam pengambilan energi yang dihasilkan dari foot power memberikan banyak sekali keuntungan, seperti penerangan lampu jalan, penerangan di daerah pedalaman atau terpencil dan berbagai hal yang berhubungan dengan listrik. Menurut kelompok kami penemuan ini dapat diterapkan di indonesia karena dengan adanya penemuan ini diharapkan pemerintah dapat memberikan energi listrik yang merata di seluruh indonesia tanpa mengeluarkan banyak uang dan lebih praktis dalam menghasilkan energi listrik. Hanya dengan satu pijakan yang bisa menguntungkan semua orang.
Dan yang terakhir adalah Floating Citie. Kami memilih Floating Cities untuk diterapkan di Indonesia  karena seringnya terjadi banjir di Indonesia, terutama Ibu kota negara kita, yaitu Jakarta. Alangkah menyenangkan bila Ibu kota Indonesia merupakan kota pertama yang dapat mengapung di atas air.
Keunggulan Floating Cities yang dapat mengapung di atas air ini sangatlah bermanfaat bagi Jakarta apabila diterapkan karena seringnya terjadi banjir di beberapa wilayah dalam frekuensi yang cukup sering. Sebut saja Jakarta Timur yang menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba, daerah yang menjadi titiknya tak lain adalah Cipinang Melayu, Jatinegara Barat, serta Matraman.
Di Indonesia sebenarnya sudah mengenal rumah yang dapat mengapung di atas air, bahkan sudah diterapkan di beberapa tempat wisata, seperti Wisma Apung di Pulau Karimun Jawa dan Rumah Apung di Bangsring, Banyuwangi. Tempat wisata ini menyajikan rumah-rumah yang mengapung di atas air laut dan keindahan bawah lautnya, namun tentu dengan membayar harga yang sudah ditarifkan. Kita pun ke tempat wisata ini harus dengan menggunakan perahu atau speedboat terlebih dahulu. SedangkanFloating Cities merupakan kota terapung dengan penduduk tetap, tidak lagi memerlukan perahu atau speedboat untuk menuju rumah Anda, serta tidak perlu membayar karena Anda dapat memiliki rumah Anda sendiri di kota ini.
Kota mengapung ini juga menawarkan segala sesuatu yang tersedia di kota Anda, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, pasar, sekolah/perguruan tinggi, bahkan taman kota. Rumah Anda akan aman dari banjir karena rumah Anda dapat mengapung di atas air bersama dengan kota anda. Tidak ada lagi kemacetan dan alasan terlambat ke kantor atau sekolah karena banjir.
Meskipun Floating Cities sangatlah menjanjikan dan mungkin untuk diterapkan di Indonesia, terutama Jakarta, namun tetap saja ada beberapa kendala untuk merealisasikannya. Terutama masalah ekonomi bangsa yang harus mencukupi dana pembuatan Floating Cities ini, kesiapan pemerintahan kemandirian politik yang kuat dan berkembang untuk mendukung penuh hal ini, serta kesiapan mental penduduk Jakarta untuk mendukung dalam penginterpretasian Floating Cities tersebut di kotanya. Yang tak kalah penting adalah perekrutan orang-orang ahli dalam bidang ini, terutama dukungan dan sponsor dari negara-negara maju di dunia.
Anggota Kelompok:
– Gita Rachma
– Raden Sayid Fadhil
– Revisha Avenia
– Vennysya Noviyanty
– Widianita Susanti
Kelas : 1PA10
Mata Kuliah: Pengantar Kreativitas dan Keberbakatan
Fakultas : Psikologi
Jurusan: Psikologi

Sabtu, 13 Juni 2015

Psikologi Umum 2 (potensi belajar dan berbahasa pada anak-anak)

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kehidupan manusia tidak akan bisa lepas dari interaksi antara makhluk hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kita sadari baik langsung maupun tidak, bahwa dalam kehidupan manusia di muka bumi ini tidak terlepas dari hubungan antar makhluk hidup baik dengan makhluk hidup sejenis maupun dengan lingkungan sekitar yang disebut dengan istilah interaksi.
Dengan demikian, dapat kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan lingkungan hidupnya baik faktor biotik maupun faktor abiotik. Dengan kata lain manusia disebut dengan makhluk sosial (zoon politicon). Dalam hubungan antar individu atau makhluk hidup inilah, maka manusia membutuhkan media untuk untuk berkomunikasi antar yang satu dengan yang lainnya, dan media yang paling efektif dalam proses hubungan antar individu (interaksi) adalah Bahasa.
Bahasa sebagai alat yang sangat penting dan diperlukan oleh manusia untuk menjalankan aktivitas hidupnya selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi. Sehingga pada dasarnya setiap anak memiliki potensi untuk berbahasa, yang mana potensi kebahasaan itu akan tumbuh dan berkembang jika fungsi lingkungan diperankan dengan baik.
Pentingnya bahasa dalam kehidupan sosial manusia tidak dapat dipungkiri,  maka banyak para ilmuwan dan para ahli menjadikan bahasa sebagai studi karena mereka memerlukan bahasa sekurang-kurangnya sebagai alat bantu untuk mengomunikasikan berbagai hal dalam kehidupan sosialnya. Karena tanpa bahasa, komunikasi tidak akan dapat dilakukan dengan baik dan interaksi sosial pun tidak akan pernah terjadi. Siapapun tidak akan dapat mengekspresikan diri untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
Maka berangkat dari pemikiran itulah penulis tertarik untuk mengangkat judul “Perkembangan Bahasa Anak” .

B.     Perumusan Masalah
1.       Bagaimanakah proses perkembangan bahasa anak bisa berlangsung ?
2.      Apakah ada faktor-faktor tertentu yang mampengaruhi perkembangan bahasa anak ?

C.    Tujuan Penulisan
Proses perkembangan bahasa lingkungan sekitar sangat berpengaruh, terutama lingkungan keluarga yang dalam hal ini memiliki peranan yang sangat penting. Perolehan bahasa, pertama kali akan terjadi ketika seorang anak mengenal bahasa di lingkungan keluarga. Bahasa yang dikenal dan dikuasai oleh anak yang berasal dari keluarga inilah yang merupakan titik awal perkembangan bahasa anak. Selain lingkungan keluarga, perkembangan bahasa anak ini terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti faktor intelek sangat berpengaruh dalam proses perkembangan berbahasa.
Tujuan dari penulisan ini ialah, bahasa merupakan suatu media interaksi antar makhluk hidup dan diharapkan seseorang dapat memahami atau dipahami orang kain dengan cara menguasai alat komunikasi (bahasa). Disamping itu agar orangtua lebih mudah memahami atau berinteraksi dengan baik kepada anak-anaknya sebab perkembangan bahasa anak ialah dapat meningkatkan kemampuaan penguasaan akat komunikasi baik lisan, tulisan atau isyarat lain.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Proses Perkembangan Bahasa Anak
1. Potensi Berbahasa Anak
Proses perkembangan bahasa anak tidak terlepas dari potensi yang sudah ada pada diri anak sejak ia di lahirkan. Yang mana potensi berbahasa individu ialah kemampuan yang masih terpendam yang dimiliki oleh setiap orang untuk menyampaikan informasi dalam berkomunikasi.
Chomsky dan Woolflok mengatakan bahwa anak dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas berbahasa yang terus menerus mengalami perkembangan. Karena bahasa memiliki fungsi yang sangat signifikan bagi manusia diantaranya,   yaitu : Bahasa sebagai sarana pembangkit dan pembangun perhubungan yang mamperluas pikiran seseorang, sehingga kehidupan mental seorang individu menjadi bagian yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan mental kelompok. Selain itu bahasa juga sebagai sarana untuk mempengaruhi kepribadian seseorang.
Bahkan menurut Deyster bahasa bagi manusia mamiliki tiga fungsi, yaitu :
1.      Bahasa sebagai alat untuk menyatakan isi jiwa seseorang.
2.      Bahasa sebagai perasaan (mempengaruhi orang lain).
3.      Bahasa sebagai alat untuk menyampaikan pendapat.
Begitu pentingnya suatu bahasa, maka sejalan dengan kehidupan sosial yang terus berkembang pesat, bahasa pun terus berkembang dengan pesat bahkan para ilmuwan memberikan perhatian khusus terhadap bahasa dengan cara menjadikan studi khusus terhadap bahasa.

2. Lingkungan
Dalam proses perkembangan bahasa, meskipun anak sudah memiliki potensi untuk berbahasa, tetapi potensi itu tidak akan dapat tumbuh dan berkembang apabila tidak didukung oleh lingkungan. Jelas sekali dalam hal ini lingkungan merupakan faktor utama yang mendukung proses perkembangan bahasa anak. Ketika seorang anak dilahirkan, kemudian dia dibesarkan di dalam lingkungan sosial, berinteraksi dengan banyak orang maka potensi berbahasa anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik sejalan ddengan bertambahnya usia anak.
Tetapi dalam kondisi tertentu, bila seorang anak dilahirkan, kemudian di besarkan oleh binatang tertentu dalam waktu yang cukup lama dan tidak pernah berinteraksi dengan manusia, maka dapat dipastikan potensi berbahasa anak akan hilang. Kasus penculikan bayi oleh orang utan yang pernah terjadi di Negara Uganda yang di beritakan oleh majalah intisati adalah data otentik dalam hal ini. Oleh karena itu, lingkungan secara signifikan mempengaruhi perkembangan potensi berbahasa anak.

3. Perolehan Bahasa Anak
Selain potensi berbahasa dan limgkungan yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak, perolehan bahasa anak pun sangat berpengaruh dalam proses perkembangan bahasa anak. Berdasarkan tahap pemerolehannya, Chaer dan Agustina (2004 : 8) membagi perolehan bahasa anak menjadi dua macam, yaitu bahasa ibu (bahasa pertama) dan bahasa kedua (ketiga dan seterusnya). Yang di maksud dengan bahasa ibu atau bahasa pertama adalah satu system linguistik yang dipelajari pertama kali secara alamiah dari ibu atau keluarga yang memelihara seorang anak.
Bahasa ibu lazim juga disebut bahasa pertama, karena bahasa itulah yang pertama-tama dipelajari seorang anak. Kalau kemudian si anak mempelajari bahasa lain, yang bukan bahasa ibunya maka bahsa lain yang dipelajarinya itu disebut bahasa kedua. Andalkan si anak mempelajari bahasa yang lainnya lagi, maka bahasa yang terakhir dipelajari ini disebut bahasa ketiga. Begitu pula selanjutnya, ada kemungkinan si anak mempelajari bahasa ke empat, kelima dan seterusnya.
Dalam perkembanagan bahasa anak, bahasa kedua dan selanjutnya sering disebut bahasa asing. Disamping itu penamaan bahasa asing juga bersifat politis, yaitu bahasa yang digunakan oleh bangsa lain. Maka bahasa Malaysia, bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa Cina adalah bahasa asing bagi bangsa Indonesia. Sebuah bahasa asing, bahasa yang bukan milik suatu bangsa (dalam arti kenegaraan) dapat menjadi bahasa kedua, kalau dipelajari setelah menguasai bahasa ibu. Bisa juga menjadi bahasa Negara kalau bahasa itu digunakan untuk menjalankan administrasi kenegaraan dan kegiatan kenegaraan lainnya. Sebuah bahasa asing dapat juga menjadi bahasa pertama bagi seorang anak kalau anak itu tercerabut dari bumi negaranya dan menggunakan bahasa itu sejak bayi.

B.     Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak
             Perkembangan bahasa anak  pada dasarnya terbagi kedalam dua bagian, yaitu :
1. Egocentric speech (terjadi ketika anak berbicra kepada dirinya sendiri/monolog). Egocentric speech ini berfngsi untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak yang pada umumnya dilakukan oleh anak berusia 2-3 tahun.
2. Socialized speech (terjadi ketika berlangsung kontak antara anak dengan temannya atau dengan lingkungannya). Perkembangan bahasa pada masa ini dibagi kedalam lima bentuk, yaitu:
a.       Adapted information (bertukar pikiran atau gagasan dan ada tujuan bersama yang dicari).
b.      Critism (penilaian anak terhadap ucapan atau tingkah laku orang lain).
c.       Command (perintah), threat (ancaman) dan Request (permintaan)
d.      Questions (petanyaan)
e.       Answer/jawaban, (Yusuf 2001)
Kemampuan berbahasa anak selalu mengalami perubahan dan perkembangan seiring dengan perkembangannya pada masa-masa tertentu. Dilihat dari segi pembagian fase perkembangan berbahasa yang di susun oleh Clara dan W. Stern, maka perkembangan pada masa bayi termasuk pada fase pertama yang meliputi stadium purwaka(meraban atau mengoceh), meniru suara atau bunyi yang di dengar walaupun tidak sempurna, dan stadium kalimat sepatah (pada akhir masa bayi, dia mengucapakan hanya satu kata saja tetapimaksudnya adalah satu kalimat yang mengandung permintaan). Dengan demikian perkembangan kemampuan berbahasa anak dapat dapat dilihat dari berbagai aspek, salasatu diantaranya yaitu faktor/aspek usia.

Dengan demikian Agus Sujanto (1996: 26) membagi kemampuan perkembangan bahasa anak menjadi empat masa, yaitu:
1. Masa Pertama (Umur 1,0-1,6)
Pada masa ini, kata-kata pertama yang di ucapakn oleh anak adalah kelanjutan dari meraban, yang didalamnya terdapat beberapa kata yang di ucapkan juga oleh anak dari bahasa apapun di dunia ini.
2. Masa Kedua (Umur 1,6-2,0)
Pada masa ini, anak dengan kemampuannya, anak semakin banyak melihat sesuatu dan ingin mengetahui namanya. Oleh krena itu, ia selalu menanyakan nama di antara benda-benda yang kebetulan di temuinya.
3. Masa Ketiga (Umur 2,0-2,6)
Pada masa ini, anak semakin tampak sempurna dalam menyusun kata-kata. Ia sudah menggunakan awalan dan akhiran, walaupun belum sempurna seperti yang di katakana orang dewasa.
4. Masa Keempat (Umur 2,6 - Seterusnya)
Pada masa ini, rasa ingin tahu anak terhadap segala sesuatu semakin bertambah, sehingga pada masa ini anak sering bertanya. Kreativitas bertanya anak ini adalah suatu hal yang wajar dan harus kita tanggapi dengan penuh kearifan dan tidak boleh bersifat sinis, apalagi memarahinya. Dan semua itu tidak lain demi perkembangan pikiran dan memperkaya perbendaharaan bahasa anak.

Berdasarkan pandangan linguistic ada juga ahli psikologi yang mengklasifikasikan perkembangan bahasa anak sebagai berikut:
1. Permulaan Bicara
Suara pertama yang dikeluarkan oleh anak adalah jerit tangis pada waktu di lahirkan. Tangis bukan suatu gejala yang berdiri sendiri, melainkan suatu tingkah laku refleks terhadap sesuatu karena di satu pihak menunjukan keadaan tidak nyaman. Menurut Van Ginneken, suara-suara yang dikeluarkan oleh anak adalah huruf-huruf vocal, dan tangis menurutnya terletak pada dasar vokalisasi.
2. Kalimat Satu Kata dan Kalimat Dua Kata
Satu kata yang di ucapkan oleh anak harus dianggap sebagai satu kalimat penuh. Hal ini berarti anak dalam kalimat satu atau dua kata sudah mampu untuk menyampaikan maksudnya meskipun dengan alat sintaksis yang masih terbatas.
3. Kalimat Tiga Kata
Dari kalimat dua kata berkembanglah lambat laun kalimat tiga kata yang dalam arti structural mula-mula masih mirip dengan kalimat dua kata.
Perubahan ini terjadi kurang lebih antara bulan ke-24 dan bulan ke-30. Meskipun mula-mula masih mirip dengan bentuk kalimat dua kata secara structural, namun segera terjadi diferensiasi dalam kelompok kata-kata yang di masukkan dalam klasifikasi baru. Dengan kata lain anak mengatur kembali kata-kata dalam bahasanya.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa proses perkembanagan bahasa anak dapat berlangsung dengan baik, apabila di dukung oleh beberapa faktor diataranya perolehan bahasa anak, keluarga, dan tidak kalah pentingnya yaitu faktor usia (umur anak). Selain itu ada juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak,diantaranya yaitu:   
1. Penguasaan bahasa anak berkembang menurut hokum alami (karena bakat, kodrat, dan ritme perkembangan yang alami) dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan;
2. Kemajuan penguasaan bahasa oleh anak berlangsung sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan sekali yang disebabkan oleh bunyi huruf mati yang sulit dilafalkan dengan tepat dan baik;
3. Perkembangan bahasa pada anak didorong oleh hasrat ingin berkomunikasi dengan orang lain dan untuk memahami dunia sekitar, anak bercakap-cakap sambil melatih fungsi bicaranya;
4. Besar kecilnya perbendaharaan bahasa anak sangat bergantung pada lingkungan sekitar, budaya, keluarga, dan sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaeful Bahri. 2000. Psikologi Belajar Edisi II. Jakarta: Rineka Cipta
Dalyono,  M. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Abror, Abdu. Rachman. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya



SOFTSKILL PENGANTAR KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN : TUGAS III

ARTIKEL 1
KREATIF BERPIKIR BERKAT MUSIK
Alasan memilih artikel diatas:
Menurut kelompok kami artikel ini sangat kreatif karena pada umumnya artikel tentang psikologi terlalu kaku dan banyak membahas masalah kejiwaan, mental dan penyakit-penyakit tentang berbagai macam gangguan kejiwaan. Dalam artikel ini dijelaskan bahwa melalui bermusik, anak akan mampu mengembangkan berbagai kecerdasan kognitif, emosi, dan kinestetik. Banyak orang tua yang belum mengerti tentang manfaat dari sebuah musik. Artikel ini menjelaskan bagaimana manfaat dari sebuah musik, mulai dari bayi dalam kandungan hingga balita yang berumur 5 tahun. Biasanya alunan musik klasik dapat membuat sel-sel otak janin pada ibu hamil menjadi lebih aktif.
Dijelaskan bahwa seorang anak yang berumur 5 tahun kebawah dapat mengembangkan kreativitas dan mengontrol emosinya melalui sebuah musik. Terdapat penelitian dan studi yang membahas soal manfaat yang anak dapatkan dalam bermusik, artikel ini dapat dibilang sebagai artikel yang kreatif dan memiliki bahasan yang menarik sehingga pembaca memiliki rasa penasaran untuk membaca dan memahami artikel ini. Artikel ini disajikan dalam bentuk yang singkat, jelas, dan mudah dipahami. Sehingga orangtua dapat menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari agar anaknya dapat memiliki berbagai macam kemampuan yang dihasilkan sebuah musik, sejak dini.
ARTIKEL 2
PERKEMBANGAN TERBARU TERAPI DEPRESI VIA INTERNET
Alasan memilih artikel diatas:
Alasan mengapa artikel tersebut menari bagi kelopok kami karena ditemukannya metode lain untuk mengatasi orang yang sedang mengalami depresi. Mungkin pada masa sebelumnya orang-orang yang sedang mengalami depresi hanya mengandalkan psikolog/psikiater atau hanya sekedar bercerita dengan orang-orang terdekat. Namun artikel ini mengatakan bahwa menangani orang yang mengalami depresi sekarang tidak hanya melalui psikolog/psikiater, melainkan melalui internet. Ini merupakan suatu yang baru juga di dunia psikologi. Ditambah lagi belum tentu semua orang yang mengalami depresi mampu untuk berkonsultasi dengan psikolog/psikiater karena memerlukan biaya yang tidak sedikit. Memangnya bisa menangani depresi melalui internet? Menurut kelompok kami, hal ini bisa saja dilakukan. Misal, melalui media sosial, tentu saja kita bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang. Nah, di media sosial ini kita dapat membentuk suatu komunitas dimana anggotanya merupakan orang-orang yang sedang mengalami depresi. Mereka dapat menceritakan masalah mereka satu sama lain dan saling memberikan saran dan nasehat untuk mengurangi rasa depresinya. Ini juga membantu agar orang-orang yang sedang mengalami depresi tidak beranggapan bahwa hanya dialah yang sedang mengalami masa sulit, namun orang-orang di sekitarnya pun ada, sehingga mereka dapat bertukar pikiran mengenai masalahnya. Namun, menurut kami akan lebih efektif jika komunitas ini didampingi oleh satu atau beberapa orang yang ahli, seperti psikologi atau psikiater.
ARTIKEL 3
HUMOR BUAT ANAK CERDAS & KREATIF
Alasan mengapa memilih artikel diatas:
Alasan kelompok kami memilih artikel ini sebagai salah satu artikel yang kreatif adalah pemilihan topik dalam pembahasannya. Artikel ini mengungkapkan bahwa kecerdasan, ketrampilan, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, rasa empati dan percaya diri, serta kemampuan menyelesaikan suatu masalah dapat meningkat hanya dengan mengajak anak-anak, terutama bayi tertawa. Hal ini sangat aneh karena biasanya untuk meningkatkan kecerdasan anak diperlukan belajar, belajar dan belajar. Sedangkan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak dalam bersosialisasi biasanya orang tua di suruh untuk memasukkan anaknya ke sekolah sedini mungkin, atau di sekolah guru akan membagi murid-murid dalam kelompok-kelompok belajar. Namun ternyata hanya dengan hal yang mudah, yaitu tertawa, anak sedini mungkin sudah dapat ditingkatkan kecerdasan maupun kemampuan bersosialisasinya. Hal ini tentu saja menarik dan dapat dengan mudah dipraktekkan kepada anak-anak agar kehidupan keluarga lebih bahagia karena sering tertawa bersama. Kebenaran artikel ini tentu tidak perlu diragukan lagi sebab sudah disertakan juga pendapat dari psikolog anak yang juga seorang stand-up comedian, bahkan Ketua Laughmasters and Toastmasters International Club di Amerika Serikat, yaitu Louis R. Franzini, PhD.
Anggota Kelompok:
– Gita Rachma
– Raden Sayid Fadhil
– Revisha Avenia
– Vennysya Noviyanty
– Widianita Susanti
Kelas : 1PA10
Mata Kuliah: Pengantar Kreativitas dan Keberbakatan
Fakultas : Psikologi
Jurusan: Psikologi
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014/2015


Jumat, 27 Maret 2015

‘Bumble-Sens Case’

‘Bumble-Sens Case’, mungkin terdengar aneh untuk pertama kali. Sebenarnya apa sih‘Bumble-Sens Case’ itu?. ‘Bumble-Sens Case’ adalah produk yang diciptakan untuk melindungi gadget. Bukan hanya sekedar casing gadget biasa, ‘Bumble-Sens Case’ ini merupakan sebuah casing gadget yang bisa melindungi gadget konsumen dari benturan.‘Bumble-Sens Case’ dapat digunakan untuk melindungi gadget handphone, laptop, tablet, dll.
Ide terciptanya ‘Bumble-Sens Case’ adalah karena sekarang sebagian besar masyarakat menggunakan berbagai macam gadget dan pada umumnya gadget di zaman sekarang tidak tahan banting. Jika terkena benturan sedikit saja terkadang hang atau bahkan sampai rusak. Jadi, tentu saja sasaran produk ini adalah masyarakat yang sangat ‘menyayangi’ gadget-nya. Selain itu pemerintah juga berperan agar kami mendapatkan hak cipta atas terciptanya ‘Bumble-Sens Case’ ini.
Cara kerja ‘Bumble-Sens Case’ ini adalah ketika gadget jatuh dari ketinggian kurang lebih 25 meter atau gadget terkena benturan, maka ‘Bumble-Sens Case’ yang sudah dipasangkan pada gadget konsumen akan otomatis mengembang seperti bola, sehinggagadget aman dari benturan keras.
Nah, bagaimana sih proses pembuatan ‘Bumble-Sens Case’ itu sendiri?. Berikut ini adalah proses pembuatannya:
  1. Mencari bahan yang tepat untuk produk tersebut, mulai dari alat sensor, bahan case yang tahan air, dan bahan yang kuat terhadap benturan.
  2. Kemudian, casing diberi warna agar telihat lebih menarik.
  3. Selanjutnya, sensor terhadap benturan, tekanan, dan gravitasi bumi akan dibuat dalam ukuran mikro agar mudah disisipkan pada bagian casing.
  4. Setelah semua pemasangan selesai, akan dilakukan pengujian terhadap casing pada kekuatan tekanan, benturan, dan ketinggian yang berbeda-beda.
  5. Jika sudah lulus tahap pengujian, maka produk siap didistribusikan ke pasaran luas.
Harga yang ditawarkan untuk produk ini berkisar antara Rp 300.000 – Rp 450.000, bergantung pada jenis gadget yang akan diinginkan. Untuk pemesanannya sendiri dapat dipesan melalui web online yang sudah grup kami sediakan. Pengirimannya pun bisa dilakukan dengan menggunakan kurir jasa pengiriman barang yang sudah ditentukan.
Tentu saja agar produk ini dapat dikenal oleh masyarakat luas, kami akan meminta bantuan pemerintah agar produk ini diberikan hak cipta, sehingga sulit untuk orang-orang membuat produk serupa dengan ‘Bumble-Sens Case’ ini.
Setiap produk yang dibuat pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan dari diciptakannya produk ini antara lain, sudah pasti ‘Bumble-Sens Case’ ini akan melindungigadget konsumen dari benturan keras, dan dapat tahan benturan dan tekanan.  Selain itu,‘Bumble-Sens Case’ ini dapat dicustom sesuai dengan gadget yang konsmen inginkan dan mudah dibersihkan. Sedangkan kekurangannya antara lain, harganya yang relatif mahal dan radiasi terhadap tubuh cukup tinggi karena disertai dengan sensor, sehingga diharapkan agar tidak meletakkan gadget di dekat tubuh saat sedang tidur.
Sejauh apa ‘Bumble-Sens Case’ akan berkembang? Pastinya selama masyarakat masih menggunakan gadget, produk ini akan selalu dibutuhkan dan selama tidak ada pemalsuan terhadap produk ini.
Harapan ke depan untuk ‘Bumble-Sens Case’ sendiri adalah dapat diakui tidak hanya di masyarakat Indonesia saja, melainkan masyarakat internasional. Selain itu, diharapkan pemerintah juga dapat turut serta membantu dalam perlindungan hak cipta dan ahli sensor agar dapat meminimalisir plagiat yang menyebabkan kegagalan pada produk ini.
Anggota Kelompok:
– Gita Rachma
– Raden Sayid Fadhil
- Revisha Avenia- Vennysya Noviyanty- Widianita SusantiKelas : 1PA10
Mata Kuliah: Pengantar Kreativitas dan KeberbakatanFakultas : PsikologiJurusan: PsikologiUNIVERSITAS GUNADARMA 2014/2015

Rabu, 18 Maret 2015

PSIKOLOGI UMUM 2

PROSES SENSASI-PERSEPSI

Ada dua hal yang membedakan yakni proses bawah-ke-atas dan proses atas-ke-bawah. Pada pemrosesan bawah-ke-atas (bottom up processing), reseptor sensoris mencatat informasi mengenai lingkungan luar dan mengirimkannya ke otak untuk dianalisis dan interpretasi.  Pemrosesan bawah-ke-atas dipicu oleh masukan rangsangan. Sedangkan pemrosesan dari atas-ke-bawah (top-bottom processing) dipicu olehpemrosesan kognisi pada tingkat yang lebih tinggi di otak. Kedua proses tersebut terjadi ketika kita sedang merasa dan mempersepsikan dunia.


peta konsep sensasi-persepsi

sensasi adalah deteksi energi fisik yang dihasilkan atau dipantulkan oleh objek-objek fisik. sensasi adalah tahap pertama stimuli mengenai indra kita. sensasi terjadi ketika dalam lingkungan eksternal atau dalam tubuh merangsang reseptor dalam organ-organ indera, seperti yang kita tahu bahwa manusia mempunyai lima undera yang berhubungan dengan lima organ iderawi antara lain penglihatan, pendengaran, pengecap, peraba dan pembauan


persepsi adalah proses mengenai objek atau peristiwa yang terjadi pada individu setelah mendapat stimulus melalui penginderaan atau = pengorganisasian dan interpretasian stimulus yang diindera sehingga merupakan sesuatu yang berarti, dan merupakan respons yang terintegrasi dalam individu


FAKTOR-FAKTOR PERSEPSI

ada beberapa faktor yang berperan dalam pembentukan persepsi. antara  lain:
1. faktor internal :
a)   alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf
alat indera atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus sedangkan syaraf sensori berperan dalam meneruskan stimulus yang diterima reseptor, ke pusat susunan syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Supaya terjadi respon diperlukan syaraf motorik
b)   perhatian
agar terjadi proses persepsi dilakukan perhatian yaitu proses atau tahap pertama sebagai persiapan mengadakan persepsi. Perhatian adalah pemusatan atau pengonsentrasian seluruh aktivitas individu pada suatu atau sekumpulan objek. Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mengadakan persepsi ada syarat-syarat yang bersifat :

a)     Fisik atau kealaman
b)     Fisiologis
c)     Psikologis

Berdasarkan atas penyelidikan-penyelidikan menunjukkan bahwa perhatian itu ada bermacam-macam, sesuai dari segi mana perhatian itu akan ditinjau. Ditinjau dari segi timbulnya perhatian, perhatian dapat dibedakan atas perhatian spontan dan perhatian tidak spontan.

1.      Perhatian spontan, yaitu perhatian yang timbul dengan sendirinya, timbul dengan secara spontan. Perhatian ini erat hubungannya dengan minat individu. Bila individu telah mempunyai minat terhadap sesuatu objek, maka terhadap objek itu biasanya timbul perhatian yang spontan, secara otomatis perhatian itu akan timbul. Misalnya bila seseorang mempunyai minat terhadap seni lukis, maka secara spontan perhatiannya akan tertuju pada lukisan yang ia lihat.
2.      Perhatian tidak spontan, yaitu perhatian yang timbul dengan sengaja, karena itu harus ada kemauan untuk menimbulkannya. Seorang mahasiswa mau tidak mau harus memperhatikan pelajaran filsafat, sekalipun ia tidak menyenangi, karena ia harus mempelajarinya. Karena itu untuk dapat mengikuti pelajaran tersebut, dengan sengaja ia harus menimbulkan perhatiannya terhadap pelajaran filsafat itu.

Dilihat dari banyaknya objek yang dapat dicakup oleh perhatian pada suatu waktu, perhatian dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.      Perhatian yang sempit, yaitu perhatian individu pada suatu waktu hanya dapat memperlihatkan sedikit objek.
2.      Perhatian yang luas, yaitu individu pada suatu waktu dapat memperhatikan banyak objek pada suatu saat sekaligus.
3.      Proses Terjadinya  Persepsi


2. faktor eksternal :
a)    Objek yang di peersepsi
Persepsi mengandaikan adanya objek yang dipersepsi. Objek ini menimbulkan stimulus yang memicu atau merangsang alat indra atau reseptor. Walaupun sebagian besar stimulusnya itu datang dari luar, ada juga stimulus yang datang dari dalam individu


PROSES PERUBAHAN SENSASI PERSEPSI

Proses Sensasi Menjadi Persepsi (Plotnik, 2005):

1.Stimulus à(cahaya, suara, suhu)
2.Transduksiàsinyallistrikàimpulssyaraf
3.Otak: Primary Areas àImpulssyarafmenjadisensasi
4.Otak: Association Areas àsensasidiubahmenjadiimage yang bermakna(persepsi)
5.Personalized perception: pengalaman, lingkungan, emosi, ingatan-ingatanpersonal akanmenambahpersepsikita.

Oleh karena itu persepsi bisa tidak mencerminkan stimulus aslinya. Persepsi dapat bias, berubah, atauter distorsi.
Proses diterimanya stimulus oleh alat indera merupakan proses alamiah, atau proses fisik. Stimulus yang diterima alat indera tersebut, diteruskan oleh syarat sensoris ke otak. Proses ini disebut proses fisiologis. Kemudian terjadi proses selanjutnya di otak sebagai pusat kesadaran, yang mengakibatkan individu menyadari apa yang dilihat, didengar, diraba, dan lain-lain. Proses ini dinamakan proses psikologis.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tahap terakhir dari proses persepsi adalah individu menyadari apa yang dilihat, didengar atau dirabanya. Respon sebagai akibat dari persepsi dapat diambil oleh individu dalam berbagai bentuk.
Dalam proses persepsi perlu ada perhatian, karena individu tidak hanya dipaparkan pada satu stimulus saja, tetapi pada berbagai macam stimulus. Tidak semua stimulus mendapatkan respon untuk dipersepsi. Stimulus mana yang akan dipersepsi, tergantung pada perhatian
individu bersangkutan. Dengan kata lain, stimulus mana yang akan dipersepsi oleh individu, tergantung pada apa yang menarik perhatian individu yang saling bersangkutan.
      Bertahun-tahun yang lalu, William James berkata:”Sebagian dari apa yang kita terima dating melalui indera dari objek sebelum kita, bagian lain selalu datang dari kepala kita sendiri. “Keluar dari kepala kita sendiri” menunjuk ke proses yang aktif dari input penginderaan yang membuat pengalaman kita tentang dunia seperti itu.”
      Mungkin proses paling mendasar dalam bentuk persepsi adalah pengenalan akan suatu figur dalam suatu latar belakang. Kita melihat objek-objek dan bentuk-bentuk dari pengalaman sehari-hari berdiri di luar suatu latar belakang. Gambar digantung di dinding, kata dilihat dalam suatu halaman dan melodi berasala dari ulangan nada dalam latar belakang musik. Gambar, kata, dan melodi ini ditangkap sebagai figur, sedangkan dinding, halaman, dan nada-nada adalah ground atau latar belakang. Kemampan untuk memisahkan suatu objek dari latar belakangnya adalah dasar untuk semua bentuk persepsi.
   Jika objek-objek di sekitar kita tidak mempunyai daya tarik yang sama kuatnya, maka dapat dikatakan bahwa:
1. Figur mempunyai bentuk yang lebih jelas daripada latar belakang.
2. Figur mempunyai struktur, latar belakang tidak.
3. Latar belakang dapat diamati sebagai gejala yang tidak punya batas, tapi figur punya batas.
4. Figur terletak di depan latar belakang.


Dalam persepsi dibutuhkan adanya objek atau stimulus yang mengenai alat indera dengan perantaraan syaraf sensorik, kemudian diteruskan ke otak sebagai pusat kesadaran (proses psikologis). Selanjutnya, dalam otak terjadilah sesuatu proses hingga individu itu dapat mengalami persepsi (proses psikologis).

referensi :
Basuki, Heru (2008) psikologi umum. Jakarta. Gundarma