tugas kelompok
nama anggota : Gita Rachma
Revisha Avenia
Widianita Susanti
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup adalah
pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk
hidup di dunia. Dengan demikian, pandangan hidup tidak timbul seketika atau
dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan
terus menerus, sehingga pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Pandangan hidup
dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
1.
Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu
pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.
Pandangan hidup yang berupa ideologi yang
disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3.
Pandangan hidup hasil renungan yaitu
pandangan hidup yang relatif.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai
unsur-unsur, antara lain:
1.
Cita-cita
Cita-cita
merupakan pandangan masa depan atau pandangan hidup yang akan datang. Dengan
kata lain cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin
tinggi tingkatannya. Apabila cita-cita itu belum terpenuhi, maka cita-cita
tersebut disebut angan-angan. Dapat atau tidaknya seseorang mencapai
cita-citanya, ada tiga faktor yang mempengaruhi, yaitu:
a.
Faktor
manusia : manusia yang mau mencapai cita-citanya ditentukan oleh kualitasnya.
Semakin keras kemauan seseorang untuk menggapai cita-citanya, maka cita-citanya
akan tercapai, dan begitu juga sebaliknya. Cara keras dalam mencapai cita-cita
merupakan suatu perjuangan hidup yang bila berhasil akan menjadikan dirinya
puas.
b.
Faktor
kondisi : faktor ini dapat bersifat membantu dan menghambat. Misalnya : Amir dan Budi adalah dua anak pandi
dalam satu kelas, keduanya bercita-cita sebagai dokter. Amir anak orang yang
cukup kaya dan kondisi ekonomi orang tuanya memungkinkan Amir untuk menjadi
seorang dokter. Sebaliknya kondisi ekonomi Budi tidak memungkinkan Budi untuk
menjadi seorang dokter.
c. Faktor tingginya cita-cita : pepatah
mengatakan “bayang-bayang setinggi badan”, artinya mencapai cita-cita seduai
dengan kemampuan dirinya. Anjuran terakhir ini menyebabkan seseorang secara
bertahap mencapai apa yang diidam-idamkan.
2.
Kebajikan
Kebajikan atau
kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan
perbuatan moral yang sesuai dengan norma agama dan etika. Faktor-faktor yang
menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal, yaitu:
a.
Faktor pembawaan (heriditas)
b.
Faktor Lingkungan
c.
Faktor Pengalaman
3.
Usaha/Perjuangan
Usaha/perjuangan
adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras
untuk kelanjutan hidupnya. Tanpa usaha, manusia tidak dapat hidup sempurna. Kerja
keras dapat dilakukan dengan otak/ilmi maupun dengan tenag/jasmani, atau dengan
keduanya. Kerja keras pada dasarnya
menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia, sebaliknya oemalas
membuat manusia itu miskin, melarat dan berarti menjatuhkan harkat dan
martabatnya sendiri.
4.
Kepercayaan/Keyakinan
Keyakinan/kepercayaan
yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.
Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu:
a.
Aliran
Naturalisme: Hidup manusia dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan
kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib berasal dari natur yang berasal dari Tuhan. Tetapi
bagi yang tidak percaya pada Tuhan, akan menganggap natur yang tertinggi.alam
semesta mutlak dikuasai Tuhan, jadi manusia hanya dapat berusaha/berencana,
tetapi Tuhan yang menentukan hasilnya.
b.
Aliran
Intelektualisme: dasar aliran ini adalah logika/akal. Dengan akal manusia
berpikir. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan
manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan ini dilandasi oleh keyakinan
kebenaran yang diterima akal. Benar menurut akal itulah yang baik.
c. Aliran Gabungan: dasar aliran
ini adalah kekuatan gain dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang
berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.
Langkah-Langkah
Berpandangan Hidup
1.
Mengenal
Merupakan suatu
kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas
hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
2.
Mengerti
Tahap kedua
untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti yang dimaksudkan untuk
mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Mengerti terhadap pandangan hidup
memegang peranan penting karena dengan mengerti ada kecenderungan mengikuti aoa
yang terdapat dalam pandangan hidup iyu.
3.
Menghyati
Menghayati
disini dapat diibaratkan menghayati nilai yang terkandung di dalamnya, yaitu
dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu
sendiri.
4.
Meyakini
Dengan meyakini
berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup
itu.adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu
berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tingkah tanduknya selalu
dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.
5.
Mengabdi
Pengabdian
merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang
telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya maupun orang lain.
6.
Mengamankan
Proses
mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Langkah ini merupakan langkah
terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam
menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar